Baru 14 Desa Cairkan Dana Desa Tahap II, Dinas PMD Pinta Kades Segera Lengkapi Persyaratan

  • Whatsapp
FOTO : Kabid Bina Keuangan dan Aset Desa Dinas PMD Tanjabbar, Marhalim

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Hingga saat ini dari 114 desa yang ada Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baru 14 desa saja yang sudah melakukan pencairan Dana Desa (DD) tahap II.

Masih banyaknya desa yang belum mencairkan Dana Desa tahap II sebesar 40 persen ini akibat sejumlah persyaratan pencairan Dana Desa belum dipenuhi. Ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tanjabbar H.Noor Setyo Budi,S.Sos melalui Kabid Bina Keuangan dan Aset Desa, Marhalim,SE kepada radardesa.co Sabtu (26/09).

Bacaan Lainnya

“Belum banyak, baru 14 desa yang pengajuannya sudah kami teruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan sudah diteruskan ke KPPN untuk ditransfer rekening kas desa,” ungkap Marhalim.

Menurut Marhalim, masih ada beberapa berkas dari desa yang sedang dalam proses verifikasi oleh pihaknya, untuk kemudian diteruskan ke BPKAD.

“Yang sudah 14 desa, saat ini sudah ada beberapa desa masih proses input aplikasi di PMD,” sebutnya.

Marhalim, berharap desa-desa yang belum mengusulkan pencairan DD tahap II, untuk segera menyampaikan usulan kepada pihaknya. Ini tegas Marhalim berkaitan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), dampak Covid-19 yang dibiayai oleh DD.

“Kami sudah sampaikan kemasing-masing Pemdes, untuk segera menyampaikan usulan, karena ini kan berkaitan juga dengan BLT – DD tahap II,” ujarnya.

Lanjut Marhalim, dalam pengajuan pencairan DD Tahap II, Pemdes harus melaporkan penggunaan Dana Desa Tahap 1,2 dan 3 tahun 2019 dan realisasi  tahap 1 tahun 2020.

Namun demikian, pada tahap II ini pihaknya akan mengajukan serentak sisa desa yang belum mencairkan Dana Desa tersebut.

” Sekarang kan tahap 1 sudah 14 desa yang sudah di proses dan mungkin sudah masuk ke Rekening Desa, kita kalau cepat akan kita serentakkan sisanya,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk mempercepat proses pencairan dana desa ini, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan desa per kecamatan.

” Karena kondisi pandemi Covid-19 ini, maka kita panggil per Kecamatan, sehingga desa yang belum akan kita ketahui apa kendalanya dilapangan, sehingga nanti pengajuannya bisa serentak,”tuturnya.(dul).

Pos terkait