Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada Tanjabbar, Mulyani -Amin Terbesar, UAS- Hairan Paling Kecil

  • Whatsapp
Komisioner KPU Tanjabbar usai menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon Bupati Tanjabbar

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ( Pilbup) Tanjung Jabung Barat telah memasuki tahapan kampanye mulai Sabtu 26 September 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjabbar pun merilis hasil penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) peserta pilbup Tanjabbar.

Berdasarkan surat pengumuman KPU Kabupaten Tanjabbar nomor 573/PL.02.05.Pu/1506/KPU-kab/IX/2020. Berdasarkan tanda terima dan berita acara penerimaan LADK, Pasangan kandidat nomor urut 1 Mulyani Siregar,SH dan M. Amin sebesar Rp.100 Juta Rupiah. Dengan dana sebesar itu menjadikan pasangan ini merupakan pasangan dengan dana awal terbesar dibandingkan pasangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Sedangkan pasangan kandidat nomor urut 2 Drs.H.Anwar Sadat, MAg – Hairan,SH melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp.1 juta.

Kemudian pasangan nomor urut 3 Drs.H.Muklis,MSi – Supardi,SH melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp. 5juta rupiah.

Jumlah saldo tersebut merupakan saldo awal untuk dana kampanye. Jumlah itu tentu saja akan berubah seiring dengan berjalannya tahapan kampanye.

Komisioner KPU Tanjabbar M.Rum mengatakan pihaknya akan kembali mengumumkan laporan sumbangan dana kampanye dan laporan penerimaan dan pengeluaran keempat pasangan calon tersebut.

“Ini pengumuman tahap awal, nanti di pertengahan, yakni LPSDK (Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye) diumumkan, dan juga di akhir LPPDK ( Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye) juga diumumkan,” katanya kepada radardesa.co Senin (29/09/2020).

KPU Tanjabbar memang meminta tiap paslon membuka rekening khusus dana kampanye. Pembuatan rekening khusus dana kampanye ini merupakan kewajiban bagi paslon setelah resmi ditetapkan.

M.Rum menjelaskan nominal sumbangan dana kampanye untuk gabungan parpol sebesar Rp750 juta sedangkan perseorangan sebesar Rp75 juta.

“Rekening khusus dana kampanye (RKDK) ini namanya harus nama paslon Bupati dan wakil bupati Tanjabbar. Yang itu dipantau oleh KPU. Dari situ dilihat sumbangan dana kampanye dari mana,” ucap Mantan ketua PWI Tanjabbar ini.(dul)

Pos terkait