KPU Tanjabbar Tetapkan DPT 211.950, Bawaslu: Puluhan Ribu Pemilih Belum Masuk DPT

  • Whatsapp
Rekapitulasi DPT pilkada Tanjabbar yang ditetapkan KPU Tanjabbar.

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menetapkan 211.950 daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar Tahun 2020.

Hal itu diputuskan usai penyelenggaraan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Tingkat Kabupaten Tanjabbar untuk Ditetapkan Sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kamis (15/10/2020).

“Kami sudah menetapkan sebanyak 211.950 DPT yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Tanjabbar,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Tanjabbar Hairuddin kepada radardesa.co Kamis (15/10).

Sayangnya saat disinggung persoalan teknis terkait penambahan dari DPS dan rekomendasi temuan dari Bawaslu Tanjabbar mempersilahkan menghubungi divisi Informasi dan Data.

” Silahkan hubungi Pak Haziq, yang merupakan divisi itu,”ujarnya.

Namun ternyata,Bawaslu Tanjabbar memprotes penetapan DPT tersebut, sebab masih banyak pemilih yang belum diakomodir dalam DPT Pilkada Tanjabbar tersebut.

” Dari data Dukcapil ada sebanyak 221 ribu warga Tanjabbar yang sudah melakukan perekaman E KTP, Namun dalam DPT hanya sebanyak 211.950 pemilih,” ungkap Mon Rezi Komisioner Bawaslu Tanjabbar saat dikonfirmasi radardesa.co Kamis (15/10).

Artinya, lanjut Mon Rezi ada sebanyak puluhan ribu pemilih yang belum terakomodir dalam DPT tersebut.

” Ada sebanyak 10 ribu lebih. Jumlah data Dukcapil sekitar 221 ribu yang sudah melakukan perekaman yang wajib KTPnya sekitar 222 ribu, sedangkan data DPT Sebanyak 211.950,” ujarnya.

Oleh karena itu, Bawaslu mengajak untuk semua pihak memaksimalkan hasil DPT, karna data Dukcapil yang sudah merekam selisih sekitar 10 ribu lebih banyak dari DPT yg ditetapkan.

“Artinya data tersebut masih bergerak dan masih bisa berubah,”katanya.

Selain itu, kata Mantan Pengurus GP Ansor Tanjabbar ini ada beberapa rekomendasi Bawaslu dalan penetapan DPT tersebut. Diantaranya tidak memenuhi syarat (TMS) contoh yang sudah meninggal dunia dan pemilih ganda.

” Pemilih ganda ada dari penelusuran Bawaslu RI ada sebanyak 666 pemilih, tapi ini sudah diakomodir KPU, ” jelasnya.(dul).