KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO — Sebanyak 29 Desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih merupakan wilayah rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2021. 29 desa tersebut tersebar di 7 kecamatan.
Kepala BPBD Tanjabar Zulkifli mengatakan sedikitnya terdapat 29 desa yang menjadi wilayah ancaman serius karhutla di 2021 maupun tahun sebelumnya.
“Ada 29 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Tanjabbar, yang masih rawan karhutla,”ungkapnya,Selasa (02/03).
Dikatakannya, 29 desa tersebut yakni untuk desa tersebut yang tersebar di kecamatan Kuala Betara yakni Desa Sungai Gebar Barat, dan Suak Labu. Kemudian di kecamatan Betara terdapat Bunga Tanjung, Serdang Jaya, Mekar Jaya, Sungai Terap, Teluk Kulbi, Muntialo, Terjun Jaya, dan Lubuk Terentang.
Sementara itu, di Kecamatan Bram Itam terdapat di desa yakni Desa Bram Itam Kanan dan Bram Itam Raya. Untuk kecamatan Senyerang terdapat Desa Margorukun, Lumahan, dan Senyerang.
Lebih lanjut, Kecamatan Pengabuan terdapat Desa Suak Samin, Parit Bilal, Parit Pudin, dan Sungai Baling. Kecamatan Tebing Tinggi yakni Kelurahan Tebing Tinggi, Desa Kelagian dan Dataran Kempas. Terkahir di kecamatan Batang Asam terdapat desa Suban, Sungai Panoban, Rawang Kempas, Sri Agung, Lubuk Berani, Tanjung Bojo dan Sungai Ari.
“Itu data yang sudah kita petakan dan terdapat 29 di desa,”katanya, Senin (1/3/2021)
Zul menyebutkan di tahun 2017 sendiri terdapat 20 kali kejadian kebakaran, 2018 terdapat 66 kali, 2019 terdapat 88 kali dan 2020 terdapat 16 kali.
“Luas lahan yang terbakar di 2017 sebanyak 21,13 Hektare, tahun 2018 seluas 206,09 hektare, tahun 2019 terdapat 570 Hektare dan 2020 mengalami penurunan mencapai 36,6 hektare,”ujarnya.
Sejumlah upaya mengantisipasi terjadinya karhutla di 2021 terdapat satu embung di Kecamatan Bram Itam, tiga embung di kecamatan Betara, di Kecamatan Muar Papalik terdapat tiga embung.
“Kecamatan Renah Mendalu terdapat satu embung, kecamatan Merlung terdapat tiga, kecamatan Batang Asam enam embung, kecamatan Tebing Tinggi satu embung dan kecamatan Tungkal Ilir terdapat satu embung,”ucapnya.
Sementara itu untuk sumur bor terdapat di Kecamatan Betara Desa Muntialo 13 sumur dengan tenaga 15 orang, Desa Sri Terap 10 sumur bor dengan 15 orang tim pemadam api terlatih, dan Mandala Jaya terdapat dua sumur dengan 10 orang pemadam. “Itu jumlah yang untuk sumur bornya,”ujarnya.
Sementara itu, untuk personil penanganan kahutla terdiri dari berbagai pihak instansi terkait baik TNI, Polri BPBD, Manggala Angni dan yang lainnya. “Total ada 1.118 orang,”sebutnya.
Zul menyebutkan setiap perusahaan di Tanjabar telah dilakukan koordinasi untuk ikut serta dalam penanganan Karhutla dengan prosedur Sapras disetiap perusahaan. “Jika kita minta bantuan harus segera turun sifatnya on call.”tutupnya.(dul).










