KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) Syamsul Jauhari dikabarkan dilaporkan ke Kepolisian.
Pelaporan ini, akibat beredarnya sebuah video yang dibuat oleh Kadishub Syamsul Jauhari sendiri yang dinilai mencemarkan nama baik seorang warga yang bernama Rahmatullah pemilik warung yang berlokasi di Jalan menuju pelabuhan Roro Kuala Tungkal.
Dalam video yang berdurasi sekitar 00.41 detik tersebut, menerangkan bahwa warung miliknya dijadikan tempat penjualan tiket kw alias palsu penumpang kapal Roro.
Dikatakan Rahmatullah, dirinya merasa sangat dirugikan atas video tersebut. Karena warungnya tidak pernah dijadikan tempat penjualan tiket. Dan dirinya mempersilahkan kalau ada buktinya kalau warungnya tempat penjualan tiket.
“Di depan warung saya memang sering ada mobil-mobil parkir tapi itu mereka hanya makan dan numpang beristirahat, dan tidak semua itu para penumpang tapi juga banyak warga sekitar yang biasa ngopi disini,” terang Rahmatullah kepada indojambi.id (Media Partner radardesa.co) .
Dengan adanya laporan ini, Rahmatullah meminta Kepolisian untuk memeriksa Kadis Perhubungan Syamsul Jauhari karena telah membuat informasi palsu yang telah mencoreng nama serta keluarganya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Syamsul Jauhari saat dikonfirmasi mengenai pelaoran terkait video yang beredar mengatakan jika dirinya selaku warga negara yang baik siap menghadapi laporan tersebut.
” Saya selaku warga negara siap menghadapi laporan tersebut kalau memang ada bukti kuat unsur pidana,” ujarnya kepada radardesa.co Kamis (10/06/2021).
Dijelaskannya, sebenarnya video tersebut tidak ada maksud untuk mendiskreditkan seseorang, baik narasi ataupun tulisan, bahkan dalam video tersebut tidak ada menyebut nama seseorang dan nama warung yang ada.
” Dalam video tersebut tak ada unsur mendiskreditkan seseorang, baik narasi ataupun tulisan, bahkan tidak ada menyebut nama seseorang dan nama warung. Apalagi, video tersebut saya share hanya di grub internal Dishub saja tidak untuk publish keluar,” terangnya.
Mantan Kasatpol PP ini juga mengaku jika tujuannya,membuat video tersebut agar jajaran staf Dishub agar berhati-hati dalam tugasnya dan tidak ikut sebagai calo tiket.
” Tujuan saya agar jajaran staf Dishub agar berhati-hati, jangan ikut-ikut main jual tiket yang bukan tugasnya,” jelasnya lagi.
Namun saat disinggung, terkait video yang berdurasi tidak sampai satu menit ini yang katanya konsumsi internal bisa jadi konsumsi publik? Syamsul mengaku tak mengetahui hal tersebut.
” Itu saya gak tahu, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” tutupnya.(*).










