PRABUMULIH, RADARDESA.CO – Ribuan masyarakat kota Prabumulih dalam menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian(Wamentan) Republik Indonesia Harvick Hasnul Qolbi ke Agrowisata Nanas Trans Bunut RT,001 RW,005 kelurahan karang kaya kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih dalam rangka pengembangan budidaya nanas. Selasa (21/2/23).
Kunjungan Wamentan tersebut yang telah dipersiapkan oleh pemerintah kota Prabumulih kurang lebih satu Minggu sebelum hari H.
Dalam sambutan nya walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya mengatakan
Wako Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM berharap, adanya bantuan bibit nanas unggul dalam rangka mendukung pengembangan budidaya nanas di Prabumulih.
“Kedua, kita minta adanya pelatihan guna meningkatkan budidaya nanas. Ketiga, membantu pemasaran dan pangsa pasar budidaya nanas yaitu menghasilkan serat nanas harga di Singapore Rp 1,8 juta. Di Eropa bisa lebih tinggi lagi,” terang Ridho.
Terakhir, kita mengharap juga bantuan peralatan pengolahan serat nanas. Sehingga, bisa meningkatkan produksi serat nanas sebulan hanya 200 kg. “Kalau 30 alat pengolah serat nanas dibantu Kementan, kita yakin produksi 1 ton per bulan bisa dicapai,” jelas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.
Sementara Wamentan dalam kunjungan nya Mulai dari melakukan penanaman bibit nanas di Agrowisata Nanas Karang Jaya. Lalu, melihat proses pembuatan serat nanas dari daun nanas. Selanjutnya, pengolahan serat nanas menjadi produk. Termasuk, kulit nanas menjadi pewarna nanas, hasil olahan buah nanas, dan lainnya.
Wamentan, Haverick Hasnul Qolbi mengatakan, mengapresiasi Prabumulih sebagai Kota Nanas ini. “Terima kasih atas penyambutannya, kata sederhana ini lebih dari ekspektasi sederhana,” ujar Haverick.
Ia optimis hilirisasi nanas akan bisa mendunia, dan Kementan akan terus menggairahkan sektor pangan.
Tujuannya, tidak lain akunya membuat Prabumulih bisa lebih maju lagi. Ucapnya, ia ke Prabumulih bersama jajaran guna memotretnya Prabumulih dan menekan supaya bangkit.
“Sungguh maju sekali Prabumulih, ke depannya. Kebijakan sektor pangan, tidak melakukan food sekuriti hingga membuat sektor pangan kita terus berkembang,” pungkasnya. (Fr/*))










