TANJAB BARAT, Radardesa.co – Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama masyarakat menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan dan rahmat Allah SWT.
Shalat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Karya Bhakti Kuala Tungkal, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kegiatan diikuti Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, ASN, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, TP-PKK, alim ulama, santri, serta masyarakat.
Bupati Anwar Sadat mengatakan Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, ikhtiar tersebut berjalan beriringan dengan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah dan unsur terkait dalam mengantisipasi dampak kemarau, termasuk potensi karhutla.
“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa untuk meminta turun hujan kepada Allah SWT dan memohon doa dari para alim ulama. Semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita,” ujar Anwar Sadat.
Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Kita juga mengingatkan kepada para petani agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat hutan kita,” tegasnya.
Anwar juga mengajak para orang tua, guru, pondok pesantren, madrasah, serta sekolah untuk ikut memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.
“Semoga Allah menurunkan rahmat kepada kita semua,” katanya.
Pelaksanaan Shalat Istisqa diawali dengan penyampaian kaifiat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Shalat kemudian dilaksanakan secara berjamaah dengan Imam Ghazali sebagai imam.
Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan H. Husnaini serta doa bersama yang dipimpin oleh 10 alim ulama.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Shalat Ashar berjamaah.
Selain menjadi momentum keagamaan, pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di tengah musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik sekaligus membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, pemerintah mengajak masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi kemarau masih berlangsung.









