KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Kondisi jalan lintasan utama Desa Lubuk Lawas, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) rusak parah terutama saat terjadi curah hujan. Jalan ini, merupakan jalan milik Kabupaten yang menghubungkan antar desa dari Desa Tanjung Bojo menuju Desa Lubuk Bernai Kecamatan Batang Asam.
Kerusakan jalan tersebut, karena setiap hari di lalui kendaraan milik sejumlah perusahaan PT Makin Grup dan Perusahan Batu Bara. Gencarnya aktivitas perusahaan tersebut, dalam pengangkutan hasil produksi tersebut, setiap hari melintasi jalan utama tersebut, menyebabkan jalan rusak.
Akibatnya, sejumlah warga Desa yang menggunakan jalan tersebut mengeluh dengan kondisi jalan yang sulit dilalui oleh warga setempat terutama pengendara roda dua, karena jalan licin, berlumpur dan rawan kecelakaan. Bahkan akibat curah hujan, sejumlah lubang menganga tertutup air yang menggenang, tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi pengendara yang melintasi jalan tersebut.
Terkait kerusakan jalan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, SE mengaku berang dan sangat menyayangkan terkait rusaknya jalan dari Desa Tanjung Bojo menuju Desa Lubuk Lawas, Kecamatan Batang Asam.
Hal itu di sampaikan Hamdani kepada awak media usai meninjau langsung jalan yang rusak diduga akibat mobil tronton angkutan batu galian C.
“Ini sudah ada yang hancur, dan makin hari makin parah saja jalan tersebut,” kata Hamdani, Jumat (11/03/21).
Lebih lanjut Hamdani mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut di laporkan oleh masyarakat setempat.
“Dari Laporan masyarakat setempat, dan kami Komisi III DPRD Tanjabbar dan saya sendiri dari Dapil sana langsung turun melihat kondisi jalan yang di lalui mobil tersebut,” ujarnya.
Hamdani berharap kepada dinas terkait dalam hal ini Dishub untuk melakukan langkah semacam membuat batasan angkutan tidak di perbolehkan mobil tronton bermuatan besar melewati jalam tersebut supaya jalan itu tidam cepat hancur.
“Jalan itu dibangun melalui APBD, sangat disayangkan kalau sampai rusak, ada baiknya kita cegah sebelum rusak, kita berlakukan saja sama seperti jalan simpang pelabuhan dagang menuju Kuala Dasal juga sudah di pasang portal supaya tidak di lewati truck tronton yang bermuatan melebihi kapasitas yang sudah di tentukan,” tandasnya.
Hamdani mengaku pihaknya akan turun kembali bersama pihak dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabbar untuk mengecek kerusakan jalan tersebut.
” Nanti kita jadwalnya turun bersama Dinas Perhubungan untuk mengecek lebih lanjut kerusakan jalan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Tokoh Masyarakat Desa Lubuk Lawas Azhadi mwngataka jika kerusakan jalan ini sudah berlangsung beberapa bulan lalu. Namun kondisi ini diperparah curah hujan tingga saat ini sehingga beberapa titik lubang tidak terlihat.
“Kalau sehabis hujan, jalan berubah menjadi licin dan sejumlah lubang menjadi tergenang air hujan, sehingga sangat mengkhawatirkan pengendara yang melintasi jalan ini,” ujarnya kepada radardesa.co belum lama ini.
Dikatakannya, kerusakan jalan ini ada sekitar 3 kilo meter dari Simpang Tanjung Labu RT.01 hingga RT.04 Desa Lubuk Lawas.
” Kami pinta perusahaan bertanggungjawab, perbaiki jalan ini sebelum ada korban lalulintas,” pinta.(dul).










