” Jadi penundaan transfer ADD ini bukan keiinginan kam, alasan kami yaitu perpu nomor 1 tahun 2020 pasal 2 penjelasan huruf i, jadi inilah yang menyebabkan saya harus melakukan penundaan atau penjadwalan ulang transfer ADD,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Rajiun lebih untuk menjaga kesetabilan keuangan daerah, sehingga harus dilakukan penjadwalan ulang dan merubah mekanisme penyaluran ADD.
Disinggung mengenai kedepan apakah ada pemangkasan ADD dengan adanya wabah virus corona saat ini? Rajiun mengaku dimungkinkan ADD tidak akan dilakukan pemangkasan.
” Dimungkinkan tidak ada pemangkasan untuk ADD,” pungkasnya. (dul)
Page 2 of 2







