Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita

Beli 5 Peti Mati, Dewan Nilai Pemkab Tanjabbar Bingung Habiskan Anggaran Covid-19 Rp.101 Milyar

29 Mei 2020
in Berita, Berita Daerah, Tanjab Barat
0
167
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Sebelumnya kami mohon maaf. Hal ini sebagai bentuk antisipasi dan kesiapan gugus tugas kita,” ujar Taharuddin.

Terpisah anggota DPRD Tanjabbar, Suprayogi Syaiful menyoroti terkait pembelian 5 peti mati dinilai penghambur-hamburan dana Covid-19 di Tanjabbar.

” Untuk apa itu, perkembangan Covid-19 Tanjabbar kan sudah membaik, apa ini bentuk kebingungan Pemkab Tanjabbar dan tim Covid-19 untuk menggunakan uang Rp.101 Milyar yang dianggarkan,”tandas politisi muda ini.

Yogi mengaku pembelian peti mati ini, bentuk kebodohan Pemkab yang diperlihatkan ke publik, seharusnya pemkab dan tim Covid-19 lebih fokus pada edukasi ke Masyarakat dan merealisasikan bantuan dampak Covid-19 ke masyarakat, bukan malah beli peti mati dan menyiapkan lahan.

BacaLainnya

Bawa Arakan Sahur ke Dunia Robotika, Finalis IRIFair 2026 Dapat Dukungan Pemkab Tanjab Barat

Kualitas Udara Tanjabbar Sangat Tidak Sehat, Sekolah Mulai Daring

” Ngapain Pemkab beli Peti mati, siapkan lahan? Ini bentuk kebodohan Pemkab yang ditunjukkan ke publik. Seharusnya Pemkab beri edukasi yang baik tentang Covid-19, merealisasikan bantuan kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi seperti sembako dan lainnya, bukan malah beli peti mati dan lahan,” tegas Mantan Ketua DPD KNPI Tanjabbar ini.

Yogi mengaku jika penanganan Covid-19 di Tanjabbar gagal total, sebab saat ini bukannya bagaimana segera merealisasikan bantuan sembako dan BLT, malah sebaliknya.

” Itu menandakan penanganan Covid-19 di Tanjabbar gagal total, sehingga Pemkab atau tim Covid-19 kebingungan merealisasikan anggaran yang besar Rp.101 milyar, sehingga terjadi penghamburan uang yang tak jelas,” tuturnya.

Yogi juga mempertanyakan bantuan beras 20 kilogram dari Pemkab Tanjabbar yang saat ini belum terdisbusikan ke 13 Kecamatan sebelum lebaran, padahal saat itu masyarakat sangat membutuhkan akibat pandemi covid-19 saat ini. Lanjutnya belum lagi, distribusi alat pendeksi tubuh dan APD ke Puskesmas- puskesmas.

” Harusnya itu dulu pikirkan, bantuan sembako harusnya sebelum lebaran sudah terdistribusikan, kenyataan apa?  Belum lagi sejumlah Puskesmas yang tak dilengkapi dengan APD, juga face shild, ini malah yang lain yang gak penting? Bahkan sampek sekarang ruang isolasi masih belum layak, harusnya jadi perhatian. Dananya kan ada? Kok malah bingung?,” ungkap Yogi keheranan.

Yogi mengaku aliran dana Rp.101 milyar dengan memangkas sejumlah dana di sejumlah OPD tersebut sudah sangat fantastis, namun harusnya dibarengi dengan perencanaan penanganan Covid-19 yang tersusun, bukan malah sebaliknya.

“Saya rasa dengan aliran dana segitu besar dapat sedikit membantu meringankan beban yang dirasakan masyarakat kecil yang ada di Tanjabbar akibat imbas menurunnya pendapatan mereka, namun apa?,”pungkasnya.(rie).

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Covid-19Virus Corona

Related Posts

Bawa Arakan Sahur ke Dunia Robotika, Finalis IRIFair 2026 Dapat Dukungan Pemkab Tanjab Barat
Berita

Bawa Arakan Sahur ke Dunia Robotika, Finalis IRIFair 2026 Dapat Dukungan Pemkab Tanjab Barat

16 September 2026
8
Berita Daerah

15 September 2026
10
Kualitas Udara Tanjabbar Sangat Tidak Sehat, Sekolah Mulai Daring
Berita Daerah

Kualitas Udara Tanjabbar Sangat Tidak Sehat, Sekolah Mulai Daring

15 September 2026
30
Keringanan PKB 2026 Disosialisasikan, Pemkab Tanjab Barat Siap Dorong Partisipasi Wajib Pajak
Berita

Keringanan PKB 2026 Disosialisasikan, Pemkab Tanjab Barat Siap Dorong Partisipasi Wajib Pajak

14 September 2026
11
Safari Jumat di Dusun Mudo, Anwar Sadat Bawa Bantuan dan Janji Perhatian untuk Infrastruktur
Berita Daerah

Safari Jumat di Dusun Mudo, Anwar Sadat Bawa Bantuan dan Janji Perhatian untuk Infrastruktur

11 September 2026
13
Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Anwar Sadat Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kamtibmas
Berita Daerah

Pisah Sambut Kapolres Tanjab Barat, Anwar Sadat Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kamtibmas

11 September 2026
12
Next Post
Per 30 Mei, Data Corona Provinsi Jambi, ODP Naik, PDP dan Positif Tetap

Per 30 Mei, Data Corona Provinsi Jambi, ODP Naik, PDP dan Positif Tetap

Pendataan Penerima BLT Dana Desa di Teluk Kulbi Sesuai Mekanisme

Pendataan Penerima BLT Dana Desa di Teluk Kulbi Sesuai Mekanisme

Selama Libur Lebaran, ASN Pemprov Jambi Wajib Absen Online

Anggarkan 102 Milyar, Pemprov Jambi Bagikan Sembako dan BLT ke 30 Ribu KK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14422 shares
    Share 5769 Tweet 3606
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11905 shares
    Share 4762 Tweet 2976
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8968 shares
    Share 3587 Tweet 2242
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8939 shares
    Share 3576 Tweet 2235
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7853 shares
    Share 3141 Tweet 1963
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD