Baru 2 Tahun di Bangun, Perpustakaan Desa Terjun Gajah Torehkan Prestasi Terbaik Se – Jambi

  • Whatsapp
Kepala Desa Terjun Gajah Anto Hasibuan dan Kelapa Perpustakaan Gajah Bina Mandiri Wulandari saat mendapat piala dan piagam penghargaan juara 1 lomba perpustakaan desa tingkat Provinsi Jambi

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Belum lama ini Perpustakaan Gajah Bina Mandiri Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Dalam lomba Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Jambi tahun 2020 mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), perpustakaan yang awal berdiri tahun 2018 ini berhasil meraih peringkat pertama.

Bacaan Lainnya

Lomba ini digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, dalam rangka bulan gemar membaca dan ajang perlombaan di tingkat nasional. Pengumuman pemenang lomba perpustakaan umum desa/kelurahan tingkat Provinsi Jambi tertuang dalam keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi No. 041/219/DPAD-1.1/VII/2020, yang ditetapkan di Jambi pada 6 Juli 2020.

Demikian dikemukakan Kepala Desa (Kades) Terjun Gajah, Anto Hasibuan saat dikonfirmasi radardesa.co , Jumat (18/09/2020).

Menurut Anto, keikutsertaan perpustakaan desanya dalam lomba tingkat provinsi itu yang diselenggarakan awal Juli 2020 terbilang sangat sukses.

”Prestasi ini merupakan keberhasilan bersama sebagai wujud kesungguhan pihak kami dalam mengembangkan potensi perpustakaan,” ucapnya.

Untuk itu sebagai Kades Terjun Gajah Anto menyampaikan, terima kasih kepada semua pihak, pemerintah dan masyarakat yang sudah turut serta berperan memberi dukungan terhadap pencapaian prestasi tersebut.

”Secara khusus kami sangat mengapresiasi pihak pengelola perpustakaan di bawah kepemimpinan Kepala Perpustakaan Wulandari yang selama ini berjuang menghidupkan pengembangan perpustakaan,” ujar Anto.

Dijelaskannya, pencapaian keberhasilan meraih peringkat teratas di Provinsi Jambi, tidak diperoleh seketika. Melainkan melalui bentangan proses yang cukup panjang.

”Perpustakaan ini mulai kita bangun pada tahun 2018 lalu, saat itu dari hasil Musdes RKPDes disepakati pembangunan gedung perpustakaan yang dibangun dari dana desa, atas masukan dan gagasan ini kami ingin mendorong masyarakat menjadi cerdas melalui membaca,” ungkapnya.

Anto menambahkan, hanya selang beberapa bulan pasca gedung berdiri dengan anggaran dana desa saat itu sekitar Rp.200 juta, akhirnya diisi buku dari bantuan perpustakaan Nasional maupun bantuan dari PT. PetroChina dan PT.WKS.

” Buku saat ini ada sekitar 1200 koleksi yang terdiri dari buku pelajaran sekolah mulai SD hingga Perguruan Tinggi, juga buku umum serta buku pertanian,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam beroperasi perpustakaan Gajah Bina Mandiri ini dikelola 4 orang staf desa yang honornya dianggarkan dalam APBDes Desa Terjun Gajah.

” 4 orang pengelola perpustakaan ini merupakan staf desa yang honornya kita anggarkan dalam APBDes dengan jumlah Rp.500 ribu per bulan, ” jelasnya.

Namun demikian,kata Anto untuk menunjang tertib penyusunan buku dan tata kelola administrasi, pihak desa juga telah mengirimkan kepala perpustakaan dan 1 orang staff untuk mengikuti berbagai pelatihan mulai dari kabupaten hingga ke Nasional.

” 2 orang yang sudah kita kirim untuk mengikuti pelatihan perpustakaan baik di Kabupaten maupun nasional, sehingga para pengelola sudah sangat cakap dalam mengelola dan menyusun buku perpustakaan, ” ujarnya.

Lanjutnya, tahun 2020 lau perpustakaan di desanya langsung mencuri perhatian dengan masuk nominasi dalam lomba perpustakaan tingkat Kabupaten Tanjabbar.

”Juni 2020 lalu dilakukan penilaian lomba Perpustakaan desa tingkat Kabupaten, perpustakaan Desa Terjun Gajah bersaing dengan perpustakaan Desa Delima dan perpustakaan kita yang berhak mewakili Kabupaten Tanjabbar untuk lomba ke Provinsi Jambi, ” tuturnya.

“Alhamdulillah berkat upaya sungguh-sungguh dan doa kami memetik kemenangan,” tandasnya tersenyum puas.

Disaat pandemi seperti saat ini, lanjut Kades perpustakaan desa sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang memiliki anak sekolah.

” Mereka kita fasilitasi Wifi untuk daring dan buku- buku sekolah sudah tersedia. Saat ini kunjungan perhari tak kurang 20 sampai 50 orang warganya,” tuturnya.

Saat ditanyakan, keunggulan apa yang dimiliki perpustakaan Desa Terjun Gajah sehingga menorehkan kesuksesan tersebut, Dia menyampaikan di perpustakaan ini menyediakan layanan dan ruangan yang tersendiri yang nyaman dengan fasilitas Wifi.

“Itulah hal khusus yang berbeda dimiliki perpustakaan desa kami sehingga mempunyai nilai plus di samping sistem aplikasi pengelolaan yang sudah terintegrasi dengan baik,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Dia sempat menyebut jika saat ini sudah ada tawaran kendaraan perpustakaan keliling dari PT.PetroChina yang nantinya akan digunakan perpustakaan desa keliling.

” Kendaraan viar yang akan dibantu, untuk kendaraan perpustakaan desa keliling,” ujarnya.(*)

 

Pos terkait