Mereka menggeleng-gelengkan kepala dan mengentakkan kaki, berjoget mengikuti musik remix yang juga tak kalah mengentak. Lighting ruangan warna-warni gemerlapan. Siswa-siswi berteriak heboh, menambah riuh suasana. Terlihat mereka tanpa masker.
Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntur Saputro yang mendapat kabar soal acara itu langsung menuju lokasi. Sejumlah panitia, siswa dan tim EO dibawa ke Mapolres dan diperiksa.
Diketahui, acara pesta sebagai bentuk lain perpisahan siswa kelas XII SMAN 1 ini digelar dengan menyewa EO Tungkal Project milik Rudi Chandra. Belakangan Rudi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tanjab Barat.
Kepala SMAN 1 Tanjabbar Kadiman sendiri menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti kasus ini. “Nanti (tim khusus dibentuk) setelah penyidikan di Polres selesai. Kalau bareng-bareng kasihan siswanya,” katanya, Selasa (13/4)
Kadiman mengatakan, tim khusus diharapkan dapat mencari titik terang permasalahannya sehingga sanksi atau upaya pembinaan akan lebih mudah. Bila ditemukan siapa pun terlibat, baik guru maupun siswa, kata dia, akan diproses.
Kadiman mengaku, acara yang sangat dikecam oleh Bupati Tanjabbar Anwar Sadat itu memang diikuti oleh siswanya. Namun, dia menduga ada pihak lain yang terlibat.
Dalam waktu dekat, lanjut dia, akan ada pembinaan melalui pesantren kilat khusus bagi siswa-siwa itu, yang digelar bersama Polres. “Wajib ikut semuanya yang terlibat. Ini juga bagian dari sanksi tapi dalam bentuk pembinaan,” tutupnya.









