KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Pemerintah Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), menggelar sosialisasi dan pembekalan tim POKJA Relawan Pendataan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Desa tahun 2021.
Kegiatan ini dilaksanankan di Aula Kantor Desa Desa Bram Itam Raya pada Minggu (02/05/2021) yang dihadiri oleh Pendamping Desa Kecamatan Bram Itam, Sekcam Bram Itam, Pendamping Lokal Desa, serta Perangkat Desa
Diketahui bahwa, SDGs Desa adalah upaya mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa Ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli Pendidikan dan lain-lainya.
Hadir menjadi narasumber pada kesempatan tersebut, Sekcam Bram Itam Musa Ritonga, PDTI dan Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Bram Itam Fauziah Mukarramah.
Dalam Sambutan Pembukaan Pembekalan Pokja Relawan untuk Data SDGs Desa dan Pengingkaran Kualitas Indek Desa Membangun (IDM) Tahun 2021, Kepala Desa Bram Itam Raya Syamsu Rahman,SPd menjelaskan SDGs Desa merupakan model pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021.
“SDGs Desa adalah upaya terpadu dalam mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa dengan ekonomi tumbuh merata ,Desa peduli kesehatan, Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, “ ujar Kades.
Ia berharap para relawan benar-benar mengikuti materi sehingga dapat mengaplikasikan dilapangan sesuai tugas yang diemban.
“Sangat mengharapkan agar Pokja Relawan Pendataan benar-benar serius mengikuti materi yang disampaikan oleh Narasumber, sehingga dapat dipahami dan mampu mengaplikasikan dilapangan sesuai tugas yang diemban masing-masing peserta dengan melakukan pendataan langsung kesemua rumah warga masyarakat yang ada di Desa agar data yang diperoleh dapat disajikan sesuai harapan dan bermanfaat sesuai Harapan,” pungkas Rahman.
Lanjutnya, tim relawan pendataan SDGs ini mulai turun selama 3 minggu mulai awal Mei hingga 25 Mei mendatang.
” Harusnya April, cuma karena bnyak kegiatan di desa maka baru dapat turunkan awal Mei ini,”ujarnya.(*)










