Halim Iskandar mengatakan Dana Desa sangat memberikan ruang untuk menangani persoalan perempuan dan anak. Kemendes PDTT pun saat ini fokus dengan pemutakhiran data berbasis SDGs Desa untuk menghasilkan potret kondisi riil desa terhadap semua persoalan dan potensi yang dihadapi.
SDGs Desa sendiri memberikan perhatian seimbang atas pemetaan terhadap masalah dan potensi yang dimiliki desa. Hingga hari ini, data yang berhasil diunggah ke Sistem Informasi Desa, yaitu sebanyak 38.533 Desa dengan 25.571.830 kepala keluarga dengan total warga mencapai 75 .429.368 orang.
“Ini menunjukkan sudah 65 persen warga desa yang terdata dengan merujuk data BPS warga yang tinggal desa sebanyak 118 juta jiwa, yang setara 44 persen,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
Dengan kondisi ini, kata Halim Iskandar, jika bisa menyelesaikan semua permasalahan di tingkat desa, maka itu bersama kita telah mendukung proses penyelesaian masalah perempuan dan anak sebesar 43 persen.
2. Kemendes PDTT terus memantau pemetaan dan pendataan berbasis SDGs Desa
Halim Iskandar optimistis jika akhir Juli mendatang pemuktahiran data berbasis SDGs Desa bakal tuntas. Dari hal itu, bisa lebih jeli lagi melihat hal yang ada di desa. Permasalahan desa kemudian sudah dipetakan dan dijawab dengan perencanaan pembangunan yang berbasis data.
Hal itu akan membuat Musyawarah Desa (Musdes) tidak lagi adu otot tapi adu data soal permasalahan yang dihadapi desa seperti perempuan, anak, kesehatan, kemiskinan dan pendidikan.
“Itulah makanya, kami terus memantau agar pemetaan dan pendataan berbasis SDGs Desa bisa dilaksanakan secara maksimal hingga perencanaan pembangunan sudah berbasis masalah,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.
3. Ukuran keberhasilan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)









