KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Desa Wisata kembali muncul di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Salah satunya, yaitu Desa Wisata Cafe Alas yang berada di Desa Delima.
Cafe Alas yang berpanaroma alam milik Pemerintah Desa Delima ini, secara resmi di buka oleh Bupati Bupati Tanjung Jabung Barat KH.Anwar Sadat,Rabu (18/08/21).
Selain meresmikan dibukanya Desa Wisata Cafe Alas, bupati juga meresmikan unit usaha kompos milik Bumdes karya bersama Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi.
Kepala Desa Delima, Sehono mengatakan potensi ekonomi yang diwadahi Bumdes di antaranya unit usaha produksi pupuk kompos yang produksinya mencapai sebesar 3.000 ton pertahun.
” Produksi pupuk kompos di Desa Delima sebagai salah satu unit usaha Bumdes Karya Berdama ini mencapai 3000 ton pertahun,” ujarnya dihadapan bupati dan wabup serta forkopimda Tanjabbar.
Dikatakannya, dengan diresmikan dua unit usaha Bumdes Karya Bersama ini, saat ini Bumdes Desa Delima memiliki beberapa unit usaha diantaranya Produksi mesin cover (pencincang pelepah sawit) sebagai bahan baku kompos, Bumdesmart dan Cafe Alas.
“Saat ini, Desa Delima dari berbagai unit usaha milik Bumdes Karya Bersama yaitu Produksi mesin cover (pencincang pelepah sawit) sebagai bahan baku kompos, potensi pertanian terpadu termasuk pengolahan kotoran sapi sebagai bahan baku kompos, pengelolaan Bumdesmart untuk memenuhi kebutuhan sembako masyarakat sekaligus tempat pemasaran produk UMKM Desa Delima,” jelasnya.
Dikatakannya, Cafe Alas merupakan unit usaha berikutnya yang dikelola BUMDes Karya Bersama.
“Terakhir potensi spot wisata ekologi cafe alas yang sebelum terjadinya pandemi, memiliki omzet 25-30 juta perbulan,” papar Kades Delima.
Bupati Tanjabbar Anwar Sadat mendapatkan laporan terkait banyaknya usaha yang dikelola BUMDes Karya Bersama Desa Delima ini merasa terkesan, menurutnya Desa Delima telah secara tepat mampu menjawab tantangan di era 4.0 dengan melakukan sinergitas potensi-potensi ekonomi kreatif sejalan dengan inovasi kepariwisataan.
“Pupuk kompos adalah contoh positif dari production impact yang bisa direplikasi oleh sektor-sektor lain yang menjadi tupoksi OPD. Untuk itu dirinya berharap agar OPD lontas sektoral dapat meletakkan program serta kegiatannya tidak hanya menjadi stimulan saja akan tetapi harus bisa menjadi pendorong untuk memperkuat potensi-potensi yang ada,” tutur Bupati.
Dalam kesempatan itu bupati juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan PT WKS yang telah menggunakan produk kompos dari Desa Delima.
Bupati juga akan mengajak perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada untuk melakukan hal yang sama kepada desa-desa yang juga memproduksi kompos.
“Nilai-nilai kemanusiaan jangan sampai hilang yang dapat mengakibatkan lingkungan sekitar menjadi rusak,” tukasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Cafe Alas yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Tanjab Barat serta penandatanganan prasasati oleh Bupati.
Bupati juga melakukan penanaman bibit durian di lokasi cafe diikuti oleh Wakil Bupati. Ketua TP PKK, Ketua GOW dan Ketua DWP.(*).










