KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Sebanyak 9 desa di Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah menuntaskan pendataan Sustainable Development Goals (SDGs) desa di Provinsi Jambi. Kecamatan Bram Itam sebagai kecamatan yang pertama di Provinsi Jambi yang menuntaskan dan menggelar pengesahan SDGs desa.
Kecamatan Bram Itam memiliki 9 desa. 9 desa tersebut telah mengesahkan pendataan SDGs secara serentak pada hari Senin (31/05/2021) mulai pagi hingga siang hari.
Camat Bram Itam Hendri Fonda, SSTP.,MH mengatakan 9 desa diwilayahnya telah menggar Musyawarah Desa (Musdes) pendataan SDGs pada hari Senin (31/05/2021).
” 7 Desa di Kecamatan Bram Itam telah menggelar pengesahan SDGs melalui musyawarah Desa pada hari Senin kemarin,”ujarnya.

Dikatakannya, 2 desa lainnya juga sudah rampung pendataan SDGs namun sengaja tidak menggelar Musdes. Hal ini karena 2 desa tersebut yakni desa Jati Emas ada perangkatnya yang terkonfirmasi positif covid-19 dan desa Pembengis juga ada warganya yang meninggal karena covid-19.
” Sehingga 2 desa tersebut memilih tidak menggelar Musyawarah Desa akibat kondisi tidak memungkinkan untuk menggelar Musdes, namun demikian 2 desa tersebut telah rampung,”tutur Camat teladan se Provinsi Jambi ini.
Pendataan SDGs Desa berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) ini merupakan pendataan yang lebih detil, lebih mikro, sehingga bisa dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan dimasa yang akan datang. Dan juga dapat memberikan informasi sebagai proses perbaikan, karena terdapat pendalaman data-data pada level Desa, RT (Dusun), KK, dan individu.
Fonda mengatakan, adanya Musdes penetapan hasil pemutakhiran data desa bertujuan untuk memperoleh data yang valid, objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, data dapat digunakan sebagai landasan utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa.
“Data yang telah selesai ini akan menjadi pedoman dalam mengatasi permasalahan di desa nantinya. Serta data tersebut menjadi rujukan membuat program yang mengarah pada SDGs desa, sehingga rencana pembangunan didesa semakin terarah menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi mengapresiasi atas kinerja Pokja relawan yang telah telah merampungkan pendataan SDGs ini.
Menurutnya, data ini sangat penting sebagai dasar Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat dalam memotret desa untuk melakukan intervensi kebijakan-kebijakan yang ada, Baik terkait bantuan, pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengacungkan 2 jempol untuk seluruh tim dan kepala Desa di Kecamatan Bram Itam yang telah merampungkan pendataan SDGs ini,” ungkapnya.
Selanjutnya, Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Tanjabbar, Eko Waskito menyampaikan, bahwa TPP P3MD Tanjabbar sejak akhir Maret-April 2021 telah melakukan kegiatan sosialisasi serta bimbingan teknis pendataan survey SDGs yang memang proses dan skema surveynya lebih mendalam dan rigid.
Menurutnya, Kecamatan Bram Itam ini merupakan Kecamatan pertama se Provinsi Jambi yang telah mengesahkan pendataan SDGs tahun 2021 ini.
” Ini Kecamatan pertama di Provinsi Jambi yang telah menggelar Musdes penetapan pendataan SDGs,”tuturnya.
Lanjutnya, di Tanjabbar saat ini 8 Kecamatan sedang proses tahap pengesahan pendataan, sedangkan 4 kecamatan yakni Renah Mendaluh, Batang Asam, Tebing Tinggi dan Senyerang masih ada yang pokjanya belum terbentuk.
” Kalau 8 kecamatan semuanya sudah terbentuk pokjanya dan saat ini dalam proses tahap pengesahan penetapan pendataan SDGs melalui musyawarah Desa, sedangkan 4 kecamatan lainnya masih ada desanya yang belum terbentuk,”ujarnya.(*).










