JAKARTA,RADARDESA.CO– Satgas Penanganan Covid-19 menyebut baru 27,3 persen atau 21.954 desa/kelurahan di Indonesia yang membentuk pos komando atau posko untuk melaksanakan PPKM Mikro. Sehingga, dari data tersebut masih kurang sekitar 72,93 persen dari total 58.512 desa/kelurahan yang belum dirikan posko.
Dengan masih minimnya posko yang didirikan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta kepada para kepala daerah untuk segera memenuhi posko tersebut guna memaksimalkan pengendalian Covid-19.
“Kita sudah buat aturannya untuk membuat aturannya membuat posko. Kalau masih ada daerah yang belum tercover maka pengendaliannya akan sulit sampai ke bawah,” kata Wiku saat chanel youtube Pusdalops BNPB, Senin (2/8).
Wiku menyebut semisal data di provinsi Sumatera Utara dari total target 6.104 posko desa/kelurahan, baru terbentuk 188 posko atau 3,1% yang dibangun pada desa/kelurahan wilayah tersebut.
“Baru 3,1% jadi kalau kewilayahan itu barulah yang bisa tercover, tetapi tidak berarti ini ketinggalan jauh engga,” ujarnya seperti dikutip dari merdeka.com
Karena, lanjut Wiku, provinsi-provinsi yang tertinggi jumlah targetnya masih bisa terus membangun dan memenuhi target sebagaimana telah ditentukan. Seperti halnya Jakarta, yang saat ini sebanyak 267 posko sudah terbangun di seluruh kelurahan.
“Padahal sebelumnya kita ingatkan kenapa belum 100%, maka dalam waktu 2 sampai 3 hari langsung DKI naik pesat menjadi penuh. Artinya daerah-daerah lain bapak ibu sekalian, pimpinan Jawa Bali tentunya termasuk DIY baru 73,7 %,” tuturnya
“Jangan khawatir, kalau bapak ibu sekalian membuatnya sekarang masih bisa, karena semua sumber anggarannya ada,” lanjutnya.
Oleh sebab itu, Wiku menyampaikan kepada para kepala daerah agar tidak ragu membangun posko tersebut. Karena anggarannya telah disiapkan, mulai dari anggaran fungsi pencegahan, fungsi penanganan, fungsi pembinaan, dan fungsi dukungan.
“Karena ini adalah tulang punggung utama sebenarnya untuk menangani ini di seluruh Indonesia. Maka jangan ragu-ragu membuat dan kalau ada masalah sampaikan kepada kami sehingga kami bisa membantu,” imbuhnya.
Selain itu untuk daerah yang sudah membangun posko, Wiku juga mengingatkan agar rekap data laporan harian dari setiap posko untuk selalu dilaporkan. Pasalnya masih banyak posko yang tidak rutin melaporkan hasil hariannya.
“Dari yang sudah buat posko, laporannya ternyata juga tidak semuanya 100 persen setiap hari dilaporkan. Bagaimana kita bisa tahu poskonya itu ada aktivitas sudah berjalan atau tidak, kan ada laporannya,” terangnya.
Oleh sebab itu, Wiku meminta kepada setiap petugas posko yang berada di desa/kelurahan untuk setiap hari melaporkan kegiatan di daerah masing-masing.
“Inilah pentingnya di lapangan itu semangatnya tinggi, supaya betul-betul bisa menangani lebih awal,” tuturnya. (mdk/eko)










