Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Kabar Desa

Pemerintahan Desa Jadi yang Paling Korup, Mahalnya Biaya Jadi Kades Salah Satu Penyebabnya

14 September 2021
in Dana Desa, Kabar Desa
0
Pemerintahan Desa Jadi yang Paling Korup, Mahalnya Biaya Jadi Kades Salah Satu Penyebabnya
390
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RADARDESA.CO – Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, ada sebanyak 62 kasus korupsi yang dilakukan aparat desa pada semester I 2021. Hal ini menjadikan pemerintahan desa sebagai lembaga paling korup pada semester pertama tahun ini.

ICW pun mendesak agar pemerintah pusat melakukan reformasi birokrasi di tataran desa sebagai bentuk pencegahan korupsi. Mengingat, angka itu masih enggan turun dari waktu ke waktu.

I Wayan Titip Sulaksana Praktisi Hukum Universitas Airlangga (Unair) melontarkan hal senada. Menurutnya, korupsi di lembaga desa berpotensi akan terus terjadi jika proses pemilihannya saja membutuhkan ‘biaya’ mahal.

“Pertama, sistemnya sudah turun temurun dari dulu. Kalau mau jadi calon kepala desa harus punya modal. Kalau di daerah saya minimal Rp1 miliar,” kata Wayan kepada Radio Suara Surabaya, Senin (13/9/2021).

BacaLainnya

Desa Betara Kanan Gelar MTQ ke-VII: Cetak Generasi Qur’ani, Wujudkan Desa Bermartabat

Kades Mekar Tanjung Dampingi Bupati Tanjabbar Resmikan TPS3R Panglima Batur

Bersama DLH, Desa Mekar Tanjung Gelar Gotong Royong Jumat Bersih

Mahalnya biaya menjadi kepala desa, salah satunya karena besarnya biaya kampanye yang dibebankan kepada para calon kepala desa yang terlibat. Tak pelak, di dalam pemilihan kepala desa masih kerap dijumpai praktik politik uang.

“Biaya kampanye itu dibebankan kepada calon. Kalau calonnya 3 ya dibagi 3. Belum kampanye door to door, ‘salam tempel’. Terkadang, siapa yang ngasih paling besar ya potensi terpilihnya makin besar,” ungkapnya.

Wayan berpendapat, sistem pemilihan di desa perlu diubah dan para aparat birokrasi desa perlu diberi pendampingan. Dia menyadari, faktor latar belakang pendidikan para kepala desa turut andil dalam cara mereka mengelola pemerintahan maupun hal-hal mengenai pengelolaan keuangan dana desa.

Tidak hanya itu, kata Wayan, selama ini pemahaman penggunaan dana desa bagi aparat birokrasi di desa juga masih kurang. Bisa jadi, sosialisasi oleh pemerintah kabupaten yang belum maksimal, sehingga birokrat desa tidak paham tentang bagaimana mengelola dana desa yang ia terima.

Ketidakpahaman ini akhirnya membuka peluang korupsi ditambah minimnya pengawasan.

“Mereka harus dituntun. Dari kabupaten harus turun. Maklum, tingkat pendidikan memengaruhi (kepemimpinan) mereka. Selama ini kehadiran kabupaten sangat jarang, kalau sudah begini bagaimana coba?” Ujarnya

Dia berpendapat, seharusnya Anggaran Dana Desa (ADD) diberikan hanya bagi desa yang sudah siap mengelola dana itu. Dia juga menyoroti pentingnya pilot project desa yang sudah bisa mengelola dana itu lalu dijadikan contoh untuk desa-desa lainnya.

“Harus ada desa yang dijadikan pilot project ke depannya sebagai contoh desa-desa lainnya. Dana desa yang triliunan itu bisa jadi buah simalakama,” kata Wayan.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, ICW mencatat ada lima kasus penyalahgunaan anggaran penanganan Covid-19. Pertama, kasus dugaan korupsi pengadaan 15 ribu masker di provinsi Banten yang merugikan keuangan negara sekitar Rp1,6 miliar.

Kedua, kasus dugaan korupsi pengadaan alat darurat di Bandung Barat yang melibatkan AA Umbara, Bupati Bandung Barat. Lalu, kasus dugaan pemotongan dana bansos di desa Cipinang, Kabupaten Bogor.

Selanjuta, adanya dugaan pemotongan BLT di Desa Totok, Sumba Barat Daya, NTT. Juga kasus dugaan penyalahgunaan anggaran covid-19 di Kabupaten Mamberamo Raya yang melibatkan Doranus Dasinapa, Bupati Memberano Raya.(tin/den)

Tags: Dana DesaKepala Desa

Related Posts

Desa Betara Kanan Gelar MTQ ke-VII: Cetak Generasi Qur’ani, Wujudkan Desa Bermartabat
Dinamika Desa

Desa Betara Kanan Gelar MTQ ke-VII: Cetak Generasi Qur’ani, Wujudkan Desa Bermartabat

6 Mei 2025
54
Kades Mekar Tanjung Dampingi Bupati Tanjabbar Resmikan TPS3R Panglima Batur
Inovasi Desa

Kades Mekar Tanjung Dampingi Bupati Tanjabbar Resmikan TPS3R Panglima Batur

20 Juli 2024
143
Bersama DLH, Desa Mekar Tanjung Gelar Gotong Royong Jumat Bersih
Inovasi Desa

Bersama DLH, Desa Mekar Tanjung Gelar Gotong Royong Jumat Bersih

19 Juli 2024
114
Dana Desa di Muaro Jambi Naik 1 Milyar Lebih
Dana Desa

Dana Desa di Muaro Jambi Naik 1 Milyar Lebih

5 Januari 2024
325
23 Desa di Tanjabtim Ini Kebagian Dana Desa Rp. 1 Milyar Lebih
Dana Desa

23 Desa di Tanjabtim Ini Kebagian Dana Desa Rp. 1 Milyar Lebih

5 Januari 2024
347
Tanjabbar Kebagian Dana Desa Rp.97,4 M, Kempas Jaya Terbesar dan Bukit Indah Terkecil
Dana Desa

Tanjabbar Kebagian Dana Desa Rp.97,4 M, Kempas Jaya Terbesar dan Bukit Indah Terkecil

5 Januari 2024
790
Next Post
Pimpin Rakor MPP, Wabup Tanjabbar : Target Pertama 20 Gerai Pelayanan

Pimpin Rakor MPP, Wabup Tanjabbar : Target Pertama 20 Gerai Pelayanan

Jelang Pembukaan TMMD ke-112, Satgas Pasang Umbul-umbul

Jelang Pembukaan TMMD ke-112, Satgas Pasang Umbul-umbul

Hadiri Paripurna DPRD, Wabup Sebut Anggaran 2022 Untuk Program dan Kegiatan Strategis

Hadiri Paripurna DPRD, Wabup Sebut Anggaran 2022 Untuk Program dan Kegiatan Strategis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8671 shares
    Share 3468 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD