” Ya terpaksa minjam dulu ditoko, selain menggunakan silpa ADD tahun 2019 lalu, namun itu kan cuma cukup untuk beli ATK beberapa bulan,” ujarnya.
Ia berharap pemkab Tanjabbar segera dapat mencairkan ADD tersebut sehingga oprasional dan gaji desa dapat berjalan lancar.
“Harapan kita ADD segera dicairkan, biar semuanya lancar, sebab disitu kan ada gaji dan oprasional kantor,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Semau Kecamatan Bramitam Supian Kahfi juga mengatakan hal yang sama. Terpakaa untuk menutupi kebutuhan desa selama 3 bulan terakhir harus menalangi dengan merogoh kuceknya. Sebab, kendati ada Silpa tahun 2019, namun nilainya sangat kecil.
” Ya terpaksa kita talangi dulu, ada Silpa kan kecil sementara kebutuhan selama 3 bulan ini banyak, belum lagi kegiatan desa seperti MTQ dan lainnya,” ungkapnya.
Para kepala desa tersebut berharap, pemkab Tanjabbar segera mencair ADD, yang peruntukannya untuk oprasional kantor desa dan gaji perangkat desa.
” Persyaratan dan spj ADD 2019 sudah kita sampaikan semua ke PMD, kita berharap ADD dapat segera cair,”ungkapnya.








