Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita

Aneh, 4 Proyek Jembatan Senilai Rp.24,8 Milyar Diduga Dimonopoli Seorang Pengusaha, Pekerjaannya Dikeluhkan

20 April 2020
in Berita, Berita Daerah, Tanjab Barat
0
312
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

” Crucup kan yang nyarikan masyarakat, tetapi hanya dibeli murah Rp.9000 per batang, tentu ini namanya pembodohan,” tandasnya.

Fatah mengaku  sebenarnya pekerjaam proyek jembatan sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, namun harusnya pihak kontraktor juga jangan asal mengerjakan apalagi tanpa adanya pengawasan dari konsultan.

” Proyek jembatan ini kan jadi harapan masyarakat, namun pekerjaannya jangan asal, konsultan  pengawas juga harusnya stanbay bukan malah sebaliknya,” ungkapnya.

[irp]

BacaLainnya

Wujud Nyata Kepedulian, Bupati Tanjab Barat Pantau Program Bedah Rumah di Tungkal

Kapolres Tanjab Barat Tegaskan Peran Dialog Tripartit di Peringatan May Day 2026

Tak Sekadar Seremoni, May Day 2026 di Tanjab Barat Tekankan Sinergi dan Keadilan Pekerja

Fatah mengaku jika memang pihak konsultan pengawas jarang berada ditempat, sehingga pihak kontraktor seenaknya memgerjakan pekerjaannya.

” Konsultan  harusnya stanbay, bukan jarang ditempat, ini kita jarang lihat kobsuktan di sini,” ungkapnya.

Kades juga mengaku jika ada 3 pekerjaan jembatan yang dikerjakan rekanan  Penghai berada di Desa Harapan Jaya.

“Iya ada 3 di Desa Harapan Jaya, ketiganya dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah, Pimpinan Ormas Rajawali Sakti, Sudirman, mengatakan  jika pembangunan jembatan tersebut tidak dikerjakan  secara profesional.

“Ini namanya kerjaan amburadul, pembangunan 4 jembatan sekaligus oleh Penghai benar-benar telah mengecewakan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya juga sangat menyesalkan proyek bernilai sekitar Rp.24,8  miliar itu, tanpa diawasi oleh pihak terkait.

“Walau tidak diawasi, tapi pengerjaan tetap berjalan, ini luar biasa,” tegasnya.

Diakuinya, Penghai sudah terkenal dalam hal proyek (pemerintahan), bahkan setiap tahun proyek yang didapatnya dari pemerintah mencapai puluhan miliar.

“Iya, dia juga orang dekat Bupati Tanjabbar. Jadi siapapun yang mengganggunya tidak akan mampu, sebab Penghai adalah orang top di wilayah kita ini,” sebutnya.

Penghai memang hebat, kata Sudirman, sebab di saat proses lelang proyek masih dalam proses, dia sudah mengetahui jika empat paket jembatan ini akan jadi miliknya. Karenanya, semua persiapan, mulai dari bahan dan lain-lainnya sudah standbay di lokasi, bahkan sudah menanam tiang pancang dan mengecor oprit jembatan terlebih dahulu tanpa diawasi oleh pihak Konsultan Pengawas dan dinas terkait.

“Kita jangan heran, jangankan dinas terkait dan konsultan pengawas, Bupati (Tanjabbar) saja tidak berani menegur Penghai, apalagi untuk mengambil tindakan,” jelas Sudirman.

Terkait itu, Sudirman jauh hari sudah mewanti bahwa pekerjaan empat jembatan ini tidak akan menghasilkan kualitas dan kuantitas seperti yang diharapkan.

“Contohnya saja dari tahun sebelumnya proyek yang dikerjakan Penghai tidak pernah ada yang beres atau memuaskan masyarakat setempat, namun tetap saja pemkab terkesan tutup mata,” tukasnya.(rie)

Page 3 of 3
Prev123
Tags: Infrastruktur

Related Posts

Wujud Nyata Kepedulian, Bupati Tanjab Barat Pantau Program Bedah Rumah di Tungkal
Berita

Wujud Nyata Kepedulian, Bupati Tanjab Barat Pantau Program Bedah Rumah di Tungkal

1 Mei 2026
6
Kapolres Tanjab Barat Tegaskan Peran Dialog Tripartit di Peringatan May Day 2026
Berita

Kapolres Tanjab Barat Tegaskan Peran Dialog Tripartit di Peringatan May Day 2026

1 Mei 2026
9
Tak Sekadar Seremoni, May Day 2026 di Tanjab Barat Tekankan Sinergi dan Keadilan Pekerja
Berita

Tak Sekadar Seremoni, May Day 2026 di Tanjab Barat Tekankan Sinergi dan Keadilan Pekerja

1 Mei 2026
11
Rapat Spesifik di Tanjab Barat, Katamso dan Cek Endra Perkuat Kolaborasi Pembangunan
Berita

Rapat Spesifik di Tanjab Barat, Katamso dan Cek Endra Perkuat Kolaborasi Pembangunan

30 April 2026
5
Limpahan dari Polsek Tungkal Ulu, Kasus Narkotika di Batang Asam Masuk Tahap Pengembangan
Berita

Limpahan dari Polsek Tungkal Ulu, Kasus Narkotika di Batang Asam Masuk Tahap Pengembangan

30 April 2026
4
Solidkan Persiapan, Tanjab Barat Targetkan Hasil Maksimal di MTQH Provinsi Jambi 2026
Berita

Solidkan Persiapan, Tanjab Barat Targetkan Hasil Maksimal di MTQH Provinsi Jambi 2026

29 April 2026
10
Next Post
Dana Desa 115 Desa di Merangin Akan Segera Ditransfer, PMD : Masih Diverifikasi, InsyaAllah Minggu Depan

Pencairan Dana Desa, 36 Desa di Merangin Belum Sampaikan APBDes, Andre : 14 Desa Sudah Ditransfer

Imbas Covid-19, Tunjangan Profesi Guru Dipotong Rp.3 Triliun

Imbas Covid-19, Tunjangan Profesi Guru Dipotong Rp.3 Triliun

Kades Bramitam Kanan Resmi Mundur, Ini Pjsnya

Kades Bramitam Kanan Resmi Mundur, Ini Pjsnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14356 shares
    Share 5742 Tweet 3589
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11698 shares
    Share 4679 Tweet 2925
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8900 shares
    Share 3560 Tweet 2225
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8696 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7762 shares
    Share 3105 Tweet 1941
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD