MUAROJAMBI,RADARDESA.CO – Akibat jalan Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong rusak parah, saat ini banyak masyarakat yang jatuh saat melintas. Apalagi jika kawasan tersebut usai diguyur hujan.
Parahnya kondisi jalan itu, menjadi keluhan warga setempat. Pasalnya, jalanan becek dan berlumpur selalu menjadi pemandangan setiap tahunnya saat musim hujan. Namun pemerintah Kabupaten Muaro Jambi seolah tidak peduli. Terbukti tidak pernah ada perbaikan pada jalan tersebut.
Di lokasi, setidaknya ada lebih dari tiga RT yang memiliki jalan akses cukup memprihatinkan. Satu diantaranya di Jalan RT 09 dan 10. Sepanjang jalan di dua RT ini, jalan dalam keadaan berlubang dan becek.
Sejumlah masyarakat sebelumnya menutupi lubang-lubang jalan dengan menggunakan tanah ataupun batu. Sehingga memang ketika memasuki musim hujan, akan timbul menjadi becek dan lumpur.
Tari, warga yang melintas menyebutkan bahwa, ia dan masyarakat lain mengharapkan perhatian dari pemerintah karena memang jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah di bangun. Padahal kondisi jalan semakin hari semakin rusak karena memang jalan tersebut akses utama masyarakat melintas.
“Ya kami berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk melakukan bangun jalan ini. Karena memang kami sulit kalo kondisi hujan kek gini, jalan becek jadi memang harus hati-hati,” katanya dilansir dari jambiseru.com (media patner radardesa.co).
Ia menerangkan bahwa, kondisi jalan yang becek dan berlumpur ini terkadang membuat masyarakat terjatuh dari motor yang di kendarai. Selain RT 09, di RT 10 juga terlihat kondisi yang sama.
Masyarakat yang tidak berani melintas di jalan yang berlumpur dan licin tersebut, akhirnya memutuskan menggunakan jalan alternatif seadanya. Adapun jalan yang dibuat secara dadakan itu, kini menjadi jalan alternatif yang mau tidak mau harus di lalui.
“Iya kita minta kepada pemerintah tolong lah perbaiki jalan kami. Kasihan masyarakat apalagi anak-anak sekolah, kemarin ada sampai jatuh masuk lumpur, balik lagi. Kalo jatuh karena becek ini udah sering, kasian. Kita minta perbaiki jalan ini,” sebut Sarmi warga lainnya.
Sebelumnya pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dua tahun lalu sempat melakukan program Gerakan Sapu Lobang (GSL). Namun, hal itu tidak berdampak lama, kondisi jalan kembali rusak, berdebu ketika musim panas dan berlumpur licin ketika hujan. (uda)










