KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Dalam rangka Pemutakhiran Data Indeks Desa Membangun (IDM) Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), Desa Bram Itam Kanan, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat menerjunkan 40 orang Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desa. Para relawan ini akan mendata selama 15 hari mulai hari ini (10/05/2021) hingga 25 Mei mendatang.
Pemutakhiran data berbasis tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detil lagi, lebih mikro, sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak. Sebagai proses perbaikan, ada pendalaman data-data pada level keluarga dan warga. Pemutakhiran data SDGs Desa 2021 Desa Bram Itam Raya dilaksanakan mulai awal Mei.
Kepala Desa Bram Itam Kanan Ansori mengatakan jika mengacu pada edaran Kementrian Desa, PDT, dan Transmigrasi, sebenarnya pendataan dimulai dari tanggal 1 Maret-31 Mei 2021. Namun karena pihaknya harus menunggu petunjuk teknis, maka pendataan berbasis SDGs di desa Bram Itam Kanan baru dimulai pada 10 Mei 2021.
“Sebenarnya kita ingin cepat melakukan pendataan. Namun, karena harus menunggu juknis, ya akhirnya baru terlaksana sekarang,” terang Ansori.
Lebih jauh ia menggarisbawahi, hasil pendataan desa berbasis SDGs, nantinya menjadi bekal yang penting untuk melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan.
Selain itu, ia menegaskan, bahwa pendataan tersebut merupakan hal yang cukup penting bagi desa. Sebab, selama ini desa belum memiliki data yang benar-benar valid.

Relawan Wajib Turun ke Lapangan
Sementara itu, Sekretaris Tim Pokja Relawan Pendataan Desa berbasis SDGs, Zubaduzzaman mengatakan, data desa menjadi persoalan yang cukup pelik hingga hari ini.
Oleh karena itu, ia menegaskan kepada para relawan agar benar-benar turun ke lapangan, sehingga tahu persis data di lapangan.
“Relawan wajib turun ke rumah-rumah warga sesuai tugas pendataannya. Sehingga data yang didapatkan nantinya benar-benar valid,” papar pria yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan ini.
Menurutnya, pandataan yang valid, akan berdampak pada pemerataan pembangunan di desa Bram Itam Kanan.
“Jika relawan tidak turun langsung ke lapangan, maka sudah pasti data tersebut tidak valid,” terangnya.
Ia melanjutkan, hasil pendataan nantinya akan bisa diakses oleh seluruh masyarakat desa Bram Itam Kanan. Disamping itu, terangnya, data tersebut nantinya juga akan digunakan oleh lintas kementrian dan lintas dinas di kabupaten Tanjabbar.
Ia berharap agar masyarakat juga turut menyukseskan program pendataan desa berbasis SDGs tahun 2021 ini.
Sesuai dengan informasi data kependudukan bahwa, jumlah total penduduk di Desa Bram Itam Kanan yaitu 2230 jiwa dengan jumlah kepala rumah tangga sebanyak 580 KK. (*)










