Di sini, kami diajak berdiskusi tentang Desa Warungbanten, rupanya desa ini, tidak memiliki bangunan perpustakaan yang konvensional, yang menata buku bacaan di satu tempat. Justru buku bacaan ada di tempat warga berkumpul, seperti rumah adat, balai desa dan tempat berkumpul lainnya. Bahkan desa Warungbanten juga memiliki TBM Kuli Maca dan dari sinilah pembangunan Desa Warungbanten menggeliat di bawah pimpinan Jaro Ruhandi. Sehingga desa ini menjadi salah satu desa Literasi pada tahun 2018.
Bahkan beberapa penghargaan sempat ditorehkan oleh Desa Warungbanten. Pada 2017, beberapa penghargaan diterima Desa Warungbanten. Di antaranya, penghargaan dari Bupati Lebak sebagai pegiat Kampung Literasi, penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia dan penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai perpustakaan desa/kelurahan terbaik nomor 5 se Indonesia.








