Pada 2018, desa ini pun mendapat penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai TBM kreatif-rekreatif, dan penghargaan dari kementrian sebagai Desa PDTT yaitu penghargaan sebagai desa prakarsa dan inovatif.
Tak hanya itu, desa Warungbanten mendapat penghargaan dari Satu Indonesia Award sebagai desa inovatif dalam pengembangan pertanian alami. Pada 2019, Desa Warungbanten mendapat penghargaan nomor satu sebagai Bumdes Inovatif pada program inovasi desa.
Warungbanten juga menjadi desa percontohan di Provinsi Banten dalam pembuatan profil desa, sehingga desa tidak lagi kesulitan mengelola potensi desa. semua pontensi desa sudah ada di dalam profil desa. Sehingga dalam proses perencanaan pembangunan desa juga mengacu pada profil desa, dan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMDes bisa dilaksanakan secara baik.

Wajar saja, Desa Warungbanten sering menjadi rujukan kunjungan. Warga desa lain yang ingin belajar baik tentang Bumdesa ataupun tata kelola pemerintahan desa. Rata-rata tamu yang datang ke Warungbanten menginap di rumah Adat yang juga rumah tinggal Pak Jaro Ruhandi.
“Kami pernah kedatangan tamu dari Kabupaten Boalemo, yakni dari mahasiswa beberapa kampus. Ada juga tamu dari kepala desa di Kabupaten Fak-Fak, Papua Barat, tepatnya Kampung Brongkendik. Mereka belajar tentang Bumdesa, budaya, usaha ekonomi masyarakat, pendidikan serta masyarakat adat,” kata Pak Jaro Ruhandi.







