Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Editorial

Kenapa Ribut Dengan Satgas Covid dan Ramuan Herbavid-19?

3 Mei 2020
in Editorial
0
56
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Saya masih ingat, saat itu ada seorang dokter mengatakan bahwa ramuan jahe merah dapat mencegah penularan Covid-19, maka beramai-ramai orang mendatangi pasar, memburu dan memborong jahe merah, hingga jahe merah menjadi komoditi langka, harganya meroker hingga di angka Rp. 150.000/ kg.

 Pada waktu yang lain, saya juga baca opini yang beredar di medsos yang menjelaskan bahwa buah jambu merah dapat menambah kekebalan tubuh dan mencegah penularan virus corona, maka beramai-ramai lah orang memborong buah jambu merah, hingga harganya meroket dari Rp. 7.000/ kg menjadi Rp. 25.000/ kg.

 Saya yakin jika saat itu, ada perusahaan jamu nasional dan lokal, atau BUMN Farmasi berani mengumumkan produk ramuan jamu atau produk obatnya yang dapat menyembuhkan atau mencegah penularan Covid-19, maka pasti produknya akan diburu dan diborong oleh masyarakat, sebagaimana jahe merah hingga jambu merah.

 Saya juga yakin, Sufmi Dasco Ahmad bersama beberapa rekannya yang positif tertular Covid-19 ketika itu juga tak akan repot mengumpulkan para ahli untuk membuat ramuan Herbavid-19. Demikian juga seluruh pasien yang positif Covid-19, mereka pasti berbondong-bondong memburu dan memborong produk jamu nasional dan atau obat obatan produk BUMN Farmasi.

BacaLainnya

Pilkada, Kampanye, Covid-19 Siapa yang Menjamin?

CERITA BIROKRASI

Warna – Warni Demokrasi

 Karena itu, apa yang salah dengan ramuan Herbavid-19 yang disalurkan secara gratis oleh Satgas Covid DPR kepada mereka yang terinveksi Covid-19? Anggaran untuk membeli Herbavid-19 sama sekali tak menggunakan anggaran negara. Herbavid-19 menurut keterangannya juga bukan ramuan impor dari China. Memang ramuan Herbavid 19 mengacu pada buku panduan penanganan Covid-19 di Wuhan. Namun, Herbavid-19 adalah ramuan yang diracik dengan menggunakan delapan jenis bahan herbal yang berasal dari alam Indonesia? Hanya tiga bahan yang tak tersedia di Indonesia yang dibeli dari China.

[irp]

 Bukankah ketika itu menemukan obat atau ramuan jamu yang dapat menyembuhkan dari virus Covid-19, termasuk membeli dari negara lain adalah sebuah respon positif dan spontan dari seorang yang berkehendak untuk dapat sembuh dari  pandemi corona? Sebagaimana dijelaskan di atas, ketika tak ada produk nasional, baik ramuan jamu maupun jenis obat-obatan, maka setiap orang ketika itu mencari cara dan jalanya sendiri-sendiri, menemukan obat atau jenis ramuan, agar dapat sembuh atau terhindar dari penularan virus corona.

 Bisa dibayangkan, tekanan kepada mereka yang dinyatakan positif terinfeksi corona, raganya digerogoti oleh penyakit, mentalnya juga terteror dan dibunuh oleh beragam virus informasi yang menakutkan tentang corona.

 Ketika seorang dinyatakan positif terinveksi virus corona, itu pasti terasa seperti langit mau runtuh, membayangkan anak dan istrinya yang berpotensi tertular. Apalagi membayangkan tak ada obat yang dapat menyembuhkan.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: Covid-19

Related Posts

Pilkada, Kampanye, Covid-19 Siapa yang Menjamin?
Editorial

Pilkada, Kampanye, Covid-19 Siapa yang Menjamin?

29 September 2020
85
CERITA  BIROKRASI
Berita

CERITA BIROKRASI

17 September 2020
19
Warna – Warni Demokrasi
Berita

Warna – Warni Demokrasi

16 September 2020
284
Berbagi Ala BUMDes
Berita

Berbagi Ala BUMDes

15 Juli 2020
46
Saat Partai Pemenang Pemilu di Jambi Berbelok Mencari Kader Baru, Pengamat: Sistem Kaderisasi Dipertanyakan
Berita

Saat Partai Pemenang Pemilu di Jambi Berbelok Mencari Kader Baru, Pengamat: Sistem Kaderisasi Dipertanyakan

4 Juli 2020
114
PETI Harus Segera Dilegalkan
Berita

PETI Harus Segera Dilegalkan

11 Mei 2020
171
Next Post
Satu Lagi, Pasien Positif Corona di Tanjabbar Bertambah

Satu Lagi, Pasien Positif Corona di Tanjabbar Bertambah

Update Data Corona Per 3 Mei Provinsi Jambi: Pasien Positif Corona Bertambah 6 Orang, PDP Naik 3 Orang

Update Data Corona Per 3 Mei Provinsi Jambi: Pasien Positif Corona Bertambah 6 Orang, PDP Naik 3 Orang

Solusi ketika Lupa Niat agar Puasa Ramadhan Tetap Sah

Solusi ketika Lupa Niat agar Puasa Ramadhan Tetap Sah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14356 shares
    Share 5742 Tweet 3589
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11695 shares
    Share 4678 Tweet 2924
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8900 shares
    Share 3560 Tweet 2225
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8692 shares
    Share 3477 Tweet 2173
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7762 shares
    Share 3105 Tweet 1941
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD